RADAR SIDOARJO - Lapak pedagang daging sapi di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, kini tak lagi seramai biasanya. Harga daging yang terus merangkak naik hingga mencapai Rp 140 ribu per kilogram membuat daya beli masyarakat melemah. Akibatnya, penjualan pedagang turun drastis.
Jika sebelumnya mampu menjual puluhan kilogram daging setiap hari, kini sebagian pedagang hanya mampu menghabiskan kurang dari 10 kilogram.
Baca Juga: Harga Daging Sapi di Pasar Krian Sidoarjo Tembus Rp 130 Ribu per Kg, Pembeli Turun hingga 50 Persen
Kenaikan harga daging sapi mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir. Para pedagang menilai kondisi tersebut dipicu terbatasnya pasokan sapi siap potong setelah Iduladha, ditambah naiknya biaya pakan, perawatan ternak, hingga distribusi dari peternak ke pasar.
Pedagang daging sapi di Pasar Baru Porong, Syaiful, mengatakan harga daging kualitas standar saat ini mencapai Rp 130 ribu per kilogram, sedangkan kualitas premium dijual Rp140 ribu per kilogram.
"Kalau sekarang daging biasa sekitar Rp 130 ribu per kilo, sedangkan yang kualitas super sudah Rp 140 ribu per kilo," ujarnya, Minggu (19/7).
Menurutnya, lonjakan harga tersebut berdampak langsung terhadap penjualan. Beberapa tahun lalu, saat harga daging masih berkisar Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram, ia mampu menjual 80 hingga 100 kilogram setiap hari. Kini, mengambil stok 10 kilogram saja terkadang belum habis terjual.
Baca Juga: Peringati Idul Adha, YPM Sidoarjo Sembelih 15 Sapi Kurban dan Distribusikan Daging ke 70 Titik
Syaiful mengaku para pedagang tidak memiliki ruang untuk menurunkan harga karena harga beli sapi dari peternak juga sudah tinggi. Jika menjual di bawah harga pasar, mereka justru akan mengalami kerugian.
"Pembeli memang sepi. Tapi kami juga tidak bisa menurunkan harga karena modal membeli sapi sudah mahal. Kalau dijual murah ya rugi," tuturnya.
Baca Juga: Marak Sapi Gelonggongan, Dispaperta Sidoarjo Dorong Konsumsi Daging Beku
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Novi. Menurutnya, tingginya harga daging membuat banyak pembeli mengurangi jumlah belanja, bahkan beralih ke lauk lain yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Atasi Masalah Stunting, Plt Bupati Sidoarjo Subandi Bagikan Daging dan Telur Ayam
"Yang beli sekarang banyak yang minta sedikit-sedikit. Ada juga yang akhirnya memilih lauk lain karena harga daging sudah tinggi," ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pedagang mengurangi stok, bahkan memilih tidak berjualan setiap hari agar tidak merugi akibat daging yang tidak laku.
"Modalnya besar, tapi pembelinya sedikit. Jadi banyak pedagang mengurangi stok supaya tidak rugi," katanya.
Para pedagang berharap pasokan sapi segera kembali normal sehingga harga daging dapat berangsur turun. Dengan begitu, daya beli masyarakat diharapkan pulih dan aktivitas jual beli di pasar kembali ramai.
Kenaikan harga daging sapi ini disebut telah berlangsung sekitar dua minggu hingga satu bulan terakhir. Kondisi serupa juga dikeluhkan pedagang di Pasar Krian, Sidoarjo, yang mengalami penurunan penjualan akibat tingginya harga daging di pasaran. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo