RADAR SIDOARJO - Kemampuan menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi, khususnya dalam strategi pemasaran digital, menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Transformasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Baca Juga: Pesona Wastra Sidoarjo Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Penguatan UMKM Lokal
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana saat meninjau stan UMKM milik Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/7).
"Transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai peluang. Dengan menguasai pemasaran digital, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, membangun citra produk, serta meningkatkan nilai jual sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional bahkan internasional," ujar Mimik.
Baca Juga: Leyva_vir, Konten Kreator Kuliner yang Aktif Mendukung UMKM Lokal Melalui Media Sosial
Dalam kunjungan tersebut, Mimik meninjau berbagai produk UMKM yang dipajang di etalase kantor Disperindag dan Dinkop UM. Beragam produk ditampilkan, mulai dari tas, aksesori, dompet, topi, blankon, hingga aneka makanan dan minuman olahan.
Ia meminta Disperindag dan Dinkop UM lebih aktif mempromosikan produk-produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas, mulai dari pasar lokal, luar daerah, hingga mancanegara.
Menurutnya, promosi dan pemasaran merupakan kunci agar produk UMKM Sidoarjo semakin dikenal masyarakat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Selain meningkatkan kualitas produk, pelaku UMKM juga didorong memperkuat aspek branding, legalitas usaha, serta pemasaran berbasis digital.
Mimik juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga profesi dalam membangun ekosistem UMKM yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga: Komisi A DPRD Sidoarjo Dukung Pawai Gunungan Desa Pabean Sedati, Dorong Ekonomi UMKM
Ia mengajak para pelaku UMKM memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah, termasuk Klinik UMKM di Dinkop Sidoarjo.
"Pelaku UMKM juga harus mengikuti berbagai pelatihan. Masyarakat jangan ragu datang ke Klinik UMKM Dinkop jika masih mengalami kesulitan mengurus perizinan atau membutuhkan pendampingan. Di sana tersedia pelatihan secara gratis, mulai dari legalitas usaha hingga pemasaran digital. Mari bersama-sama memajukan UMKM Sidoarjo, meningkatkan omzet usaha, sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi daerah," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinkop Sidoarjo, Amat Adi Subhan, mengatakan pihaknya terus melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM, mulai dari pengurusan legalitas usaha hingga penguatan pemasaran.
Saat ini, kata Amat, terdapat sekitar 153 ribu pelaku UMKM yang telah terdaftar di Dinkop Sidoarjo. Seluruhnya terus didorong agar memiliki legalitas usaha sehingga lebih mudah mengakses pasar yang lebih luas.
"Yang jelas UMKM harus memiliki legalitas usaha agar bisa mengakses pasar yang lebih luas. Selain itu, kami juga terus mengarahkan pelaku UMKM memanfaatkan platform digital untuk pemasaran online," ujarnya.
Amat menambahkan, Dinkop secara rutin menggelar pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM. Dalam pelaksanaannya, Dinkop berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk platform digital dan perusahaan swasta, untuk memberikan pelatihan promosi melalui media sosial maupun marketplace.
Melalui berbagai program pembinaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu meningkatkan daya saing produk, serta menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista