RADAR SIDOARJO - Semangat mengangkat produk lokal terus digaungkan Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana.
Saat mengunjungi sentra UMKM sepatu kulit di Desa Ponokawan, Kecamatan Krian, Kamis (21/5), Mimik mendorong seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk menggunakan produk UMKM lokal.
Baca Juga: Harkitnas 2026, Wabup Sidoarjo: Kedaulatan Bangsa Kini Ditentukan di Ruang Digital
Menurutnya, dukungan nyata dari aparatur pemerintah dapat menjadi langkah besar agar UMKM Sidoarjo naik kelas hingga mampu bersaing di pasar internasional.
“Untuk pegawai saya sarankan memang dari awal untuk selalu menggunakan produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” kata Mimik.
Baca Juga: Wabup Mimik Soroti Gedung Juang 45 Sidoarjo yang Memprihatinkan, Pemkab Siapkan Renovasi
Ia menegaskan, Pemkab Sidoarjo siap membantu promosi dan pemasaran produk UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Nah, semoga ke depannya UMKM Sidoarjo bisa naik kelas dengan kita selalu mendorong atau membantu menjadi marketing-nya. Insyaallah dengan bekerja sama dengan dinas terkait,” ujarnya.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Minta Siswa Tulis “Surat Cinta” untuk Evaluasi Menu MBG
Dalam kunjungan tersebut, Mimik mendatangi salah satu produsen sepatu dan sandal kulit legendaris, Givari Shoes. Produk UMKM asal Krian itu dinilai mampu menjaga kualitas hingga tetap bertahan lintas generasi.
“Di mana saya lihat sendiri seperti apa prosesnya, semuanya itu masih manual. Tetapi hasilnya memang bagus sekali,” ungkapnya.
Mimik juga mengaku nyaman menggunakan produk buatan Givari Shoes karena memakai bahan kulit asli dengan kualitas yang terjaga.
“Saya juga menggunakan produk Givari ini memang nyaman dan empuk karena kualitasnya memang bagus. Bisa juga request sesuai keinginan model maupun warna,” jelasnya.
Baca Juga: Sidak Alun-Alun Sidoarjo, Wabup Mimik Usulkan UMKM Tetap Boleh Berjualan dengan Penataan Tertib
Tak hanya itu, Mimik menyebut sejumlah UMKM kulit asal Sidoarjo kini mulai menembus pasar internasional. Salah satunya produk kulit yang sudah dipasarkan hingga Malaysia.
“Produk kulit sudah ada yang ke Malaysia. Candy Leather ini sudah go internasional,” tuturnya.
Menurutnya, geliat UMKM kulit di Sidoarjo, khususnya kawasan Tanggulangin, mulai kembali bangkit berkat semangat pelaku usaha yang aktif mengikuti pameran dan terus mempromosikan produknya.
“Mereka selalu menggaungkan kalau Tanggulangin itu enggak mati suri dan selalu berproduksi. Dan alhamdulillah hari ini Tanggulangin semakin menggeliat,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Sidoarjo juga menyediakan bantuan permodalan melalui program Kurda (Kredit Usaha Rakyat Daerah) dari BPR Delta Artha Perseroda dengan bunga rendah bagi pelaku UMKM.
“Saya mohon untuk masyarakat, terutama yang membutuhkan tambahan modal, segera koordinasi dengan BPR Delta Artha Perseroda,” ujar Mimik.
Sementara itu, Pemilik Givari Shoes menjelaskan usahanya telah berdiri sejak tahun 1980-an dan dirintis secara turun-temurun oleh keluarga.
“Dulu abah yang merintis. Kita pernah sempat ekspor ke Panama tahun 90-an,” ujarnya.
Saat ini, Givari Shoes masih fokus memenuhi pasar lokal dengan segmen menengah ke atas, seperti guru, pegawai kantor hingga tenaga kesehatan. Karena mengutamakan kualitas, pihaknya tetap mempertahankan penggunaan kulit grade A dalam setiap produksi.
“Kalau biasanya kita pakai grade A, itu kita usahakan jangan turun, tetap pakai grade A,” katanya.
Selain bahan baku, proses produksi dan finishing juga terus dijaga agar hasil produk tetap rapi dan nyaman digunakan pelanggan.
“Untuk tukang-tukangnya juga tetap kita jaga produksinya, kerapiannya. Kalau ada yang kurang nanti diperbaiki lagi saat finishing,” pungkasnya. (dik)
Editor : Vega Dwi Arista