SIDOARJO - Tim dosen Program Studi Manajemen Agroindustri dari Politeknik Negeri Jember (POLIJE) PSDKU Sidoarjo mengadakan pelatihan intensif mengenai pembuatan olahan bandeng. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan praktis dan mendorong inovasi di bidang agribisnis.
Kegiatan ini merupakan langkah awal menuju pengembangan Teaching Factory Agribisnis yang diharapkan dapat menjadi model pendidikan terintegrasi industri di masa depan.
Pelatihan yang berlangsung dari 30 Agustus 2024 ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai teknik pengolahan bandeng. Mulai pemilihan bahan baku hingga proses produksi dan pemasaran produk akhir.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan limbah udang yang seringkali terabaikan. Seperti kepala dan ekor udang, untuk diproses menjadi tepung yang berguna sebagai bahan fortifikasi makanan.
Ketua Tim Dosen Pengabdian Masyarakat Program Studi Manajemen Agroindustri POLIJE PSDKU Sidoarjo, Sekar Ayu Wulandari, S.TP., M.M., menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya fokus pada pembuatan produk olahan bandeng, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan ide-ide inovatif dalam menciptakan produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.
"Kami ingin memberikan keterampilan praktis dan ilmu pengetahuan yang dapat langsung diterapkan oleh peserta. Selain itu, kami juga berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun Teaching Factory Agribisnis yang dapat mendukung pengembangan industri secara berkelanjutan," ujarnya.
Program pelatihan ini mencakup berbagai sesi. Termasuk workshop pengolahan, diskusi tentang pengembangan produk, serta pelatihan manajemen pemasaran dan manajemen usaha agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar.
Selama pelatihan, peserta diajarkan cara memproses bandeng menjadi produk yang bernilai tambah tinggi dan berkesempatan untuk langsung mempraktikkan pengolahan bandeng.
Seperti pembuatan abon bandeng, pempek bandeng serta dimsum bandeng. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat koneksi industri antara akademisi dan pelaku usaha, serta membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut di sektor agribisnis.
Dengan adanya teaching factory yang direncanakan, POLIJE PSDKU Sidoarjo ingin memastikan bahwa pendidikan di bidang agribisnis tidak hanya bersifat akademis tetapi juga terhubung langsung dengan kebutuhan industri dan pasar.
Ke depan, POLIJE PSDKU Sidoarjo berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pelatihan dan inovasi yang dapat mendukung pertumbuhan sektor agribisnis di Indonesia, serta menciptakan peluang baru bagi para pelaku usaha dan mahasiswa di bidang ini. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista