Di pusat perbelanjaan, masyarakat sudah mulai banyak yang datang. Di pasar tradisional pun demikian. Lebih ramai dari sebelumnya. Pedagang bisa lebih bersemangat menjual barang dagangannya.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Hoedy Prasetya menjabarkan daya beli masyarakat yang membaik itu ternyata meningkatkan omzet penjualan di pasar.
"Iya berdampak. Sebelumnya kan sempat lesu. Sekarang terasa, omzet naik 10 hingga 20 persen," katanya kepada Radar Sidoarjo Selasa (28/9).
Ditambah lagi, Himpunan Pedagang Pasar (HPP) di Sidoarjo mulai berinovasi berjualan melalui aplikasi. Contohnya di Pasar Larangan. HPP di sana sudah melek teknologi. Mereka buat sendiri aplikasinya. Pembeliannya ternyata lumayan. "Yang lain sempat sepi, tapi di sana penjualan bahan pokok terus stabil. Inovasi ini harus dicontoh HPP di pasar lainnya," urainya.
Lebih lanjut, saat ini 60 persen dari 12 ribu pedagang pasar se-Kabupaten Sidoarjo telah divaksin Covid-19.
Sementara itu kata Hoedy, harga bahan pokok di pasar masih stabil. Tidak ada lonjakan yang drastis. Hanya harga telur masih Rp 18 ribu per kilogram. Sedangkan harga minyak goreng naik tipis. "Kemarin Rp 28 ribu kemasan 2 liter jadi Rp 31.500. Kemasan 1 liter dari Rp 15 ribu jadi Rp 16 ribu," pungkasnya. (rpp/nis) Editor : Vega Dwi Arista