Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Dinas Perikanan Budidayakan Lele Sistem Bioflok

Nofilawati Anisa • Kamis, 17 Juni 2021 | 01:09 WIB
TERBALIK: Mobil pikap muatan ikan nila saat terbalik dan muatan tumpah di Jalan Tol Sidoarjo KM. 751.200/B. (IST)
TERBALIK: Mobil pikap muatan ikan nila saat terbalik dan muatan tumpah di Jalan Tol Sidoarjo KM. 751.200/B. (IST)
SIDOARJO - Dinas Perikanan Sidoarjo bersama 25 warga dari Kecamatan Buduran, Gedangan, Waru, dan Sedati memasifkan potensi budidaya perikanan air tawar. Khususnya budidaya lele melalui sistem bioflok. Sistem ini bisa membantu menghemat modal, namun mendatangkan keuntungan lumayan besar.

Bioflok sendiri merupakan metode menumbuhkan mikro organisme yang berfungsi sebagai pengolah limbah budidaya lele itu sendiri. Limbah pada budidaya lele diolah menjadi gumpalan-gumpalan yang berbentuk kecil atau bisa disebut sebagai flok.

Kepala Dinas Perikanan Sidoarjo Bachruni Aryawan menjelaskan flok tersebut kemudian akan dimanfaatkan sebagai pakan alami lele. Untuk menumbuhkan mikroorganisme dapat dipacu dengan cara kultur bakteri non pathogen atau probiotik, serta menggunakan aerator dalam kolam untuk menyuplai oksigen sekaligus sebagai pengaduk air di dalam kolam.

"Sistem bioflok dapat menghemat biaya pakan sampai 50 persen," katanya Selasa (15/6).

Bachruni mengungkapkan budidaya lele umumnya dilakukan di kolam-kolam galian konvensional, namun Dinas Perikanan mengembangkannya melalui pembuatan kolam terpal.

Terpal bisa digunakan untuk budidaya ikan lele bahkan bisa meningkatkan hasil panen dengan modal yang lebih terjangkau dibanding kolam beton.

"Tapi rangkanya harus lah memakai bahan dasar besi sehingga lebih awet dan konstruksi yang diterapkan dapat dibongkar pasang kembali," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa budidaya lele sangat mudah memiliki banyak kelebihan. Diantaranya pertumbuhannya cepat, memiliki adaptasi lingkungan yang tinggi, dapat hidup di air dengan kadar oksigen rendah serta bisa diolah menjadi berbagai macam varian menu.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan budidaya perikanan air tawar di Sidoarjo harus terus maju. "Hasil budidaya lele dan olahan produknya ini bisa masuk ke perusahaan dan minimarket. Seperti produk UMKM lainnya," tandasnya. (rpp/opi) Editor : Nofilawati Anisa
#Bioflok #Dinas Perikanan #Ikan Lele #Budidaya #Hemat