Kepala BPS Sidoarjo Indriya Purwaningsih menjabarkan, partisipasi yang tinggi dari masyarakat Sidoarjo pada SP 2020 tahap pertama, berada pada peringkat dua. Setelah Kabupaten Jember yang angka partisipasi dalam SP 2020 ini sebesar 29 persen atau sebesar 733 ribu jiwa dari jumlah proyeksi penduduk 2,4 juta jiwa.
Kemudian di tahap SP wawancara melibatkan 1.322 petugas pencacah. Di antaranya 108 merupakan koordinator kecamatan hinggap total keseluruhan petugas yg ada di Sidoarjo sebanyak 1.430 orang.
"Kendala era pandemi, orang ditemui tidak mudah. Banyak industri tutup. Otomatis kalau dulu sentra industri, Waru, Taman Sidoarjo, Gedangan dan Candi itu banyak kos-kosan. Karena pandemi, banyak warga yang pulang kampung. Tim pencacah harus datang bolak balik," katanya.
Indri menambahkan yang dilakukan sensus, bukan hanya warga ber-KTP Sidoarjo, tapi warga yang menetap di Sidoarjo dalam kurun minimal setahun.
Seluruh hasil SP 2020 ini nantinya akan keluar pada Januari 2021 mendatang. Menurutnya, jumlah penduduk yang meningkat menandakan Sidoarjo masih banyak digandrungi. Terutama dari sisi ekonomi. Banyaknya perusahaan membuat banyak orang datang untuk bekerja. Tidak hanya warga Sidoarjo saja tetapi dari luar Kota Delta. "Dari segi manapun, Sidoarjo masih diminati," pungkasnya. (rpp/vga)
Editor : Nofilawati Anisa