Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Qurri Aini, MC Asal Sidoarjo yang Menyukai Tantangan  

Diky Putra Sansiri • Jumat, 20 Desember 2024 | 01:36 WIB

 

Qurri Aini
Qurri Aini

SIDOARJO - Dunia hiburan dan penyiaran di Indonesia semakin berkembang, salah satunya melalui sosok berbakat Qurri Aini. Dia adalah seorang presenter news, announcer, MC, dan Vo talent asal Sidoarjo.

Perempuan asal Desa Sawohan, Kecamatan Buduran itu menjadi salah satu wajah yang dikenal di dunia broadcasting, terutama di TV9 Nusantara dan Voks Radio Surabaya.

"Saya merasa sangat bersyukur bisa bekerja di bidang ini. Dunia hiburan dan public speaking sudah menjadi passion saya sejak kecil," ujarnya ke Radar Sidoarjo, Kamis (19/12).

Menurut alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut, menjadi public speaker enthusiast merupakan sebuah passion yang dibayar. Pasalnya, ia selalu melakukan pekerjaannya ini dengan hati.

"Berasanya kayak seneng gitu berbagi informasi kepada penonton atau pendengar, lalu kalau menjadi Master of Ceremony (MC) juga berasa senang bisa menjadi jembatan beragam acara yang saya pandu," ungkapnya.

Perempuan berusia 24 tahun tersebut, menyukai pekerjaan yang mempunyai tantangan. Artinya, setiap membawakan acara dari panggung ke panggung maupun di radio, ia selalu berpikir soal tema yang menarik.

"Awalnya saya hanya mengikuti lomba storytelling dan pidato mulai dari TK. Tapi saat di SMA, saya baru sadar kalau saya suka di bidang ini. Terutama ketika saya mulai memilih jurusan Ilmu Komunikasi," tambahnya.

Karirnya di dunia penyiaran dimulai dengan mengikuti kelas-kelas public speaking dan MC. Tak hanya itu, ia juga aktif di sebuah komunitas, tentunya juga dibarengi dengan mengunggah setiap kegiatan menarik di sosial media (sosmed).

"Jadinya beberapa orang mulai tahu kalo aku bisa MC, jadinya dikasih amanah lah buat memandu acaranya. Pelan-pelan mungkin dari panggung kecil dulu acara desa, acara sekolah, kampus, sampai acara besar lainnya," jelasnya.

Dampak positif dari pekerjaannya tidak hanya terasa bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitarnya. Hal yang membuat bangga, ia dapat bertemu dengan tokoh-tokoh hebat, bahkan bisa sampai ngobrol dan saling menyapa.

"Mungkin sebelumnya tidak pernah kita bayangkan kita bisa punya kesempatan itu. Seperti di event tertentu mengundang guest star, pastinya kita harus briefing dulu atau ngobrol santai buat cairin suasana," ucapnya sambil tersenyum.

Selain itu, tidak sedikit orang yang ingin belajar menjadi MC atau penyiar ketika melihat penampilannya. Oleh karena itu, ia merasa bangga dapat berbagi ilmu dengan orang lain.

"Banyak orang yang ingin belajar public speaking setelah melihat saya bekerja. Ada yang tadinya takut berbicara di depan umum, setelah melihat saya, mereka jadi tertarik untuk belajar," ungkapnya.

Namun, perjalanan karirnya tak lepas dari sebuah tantangan. Menjadi MC dan penyiar bukanlah pekerjaan mudah.

"Tantangannya adalah ketika ada kesalahan dalam acara, karena kita ujung tombak, kelancaran acara tergantung MC. Padahal, ini menguras banyak energi dan materi, dan seringkali kita harus belajar terus-menerus," katanya sambil tersenyum.

Salah satu momen yang tidak pernah terlupakan baginya adalah saat dia mengisi acara besar, ketika Gus Muhaimin akan mencalonkan diri sebagai presiden.

"Yang paling berkesan saat saya jadi MC di acara Gus Muhaimin, ada Mbah Sujiwo Tejo sebagai guest star. Saya sampai speechless diajak foto bareng," ceritanya.

Meski sudah mencapai banyak hal, perempuan kelahiran, 9 Agustus 2000 itu tetap merasa bahwa perjalanan karirnya masih panjang.

"Saya bersyukur bisa sampai di titik ini, tetapi saya masih harus terus belajar untuk menjadi lebih baik," tutupnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Tantangan #Komunikasi #Hiburan #mc