SIDOARJO - Menjadi anak pertama dari dua bersaudara, Vidy Vicessa Alviyah tumbuh dengan penuh tanggung jawab. Dia menjalani berbagai peran dalam hidupnya
Dia dulunya aktif di dunia musik sebagai vokalis band The Jack. Pernah tampil juga bersama Denny Cak Nan dan Guyon Wathon, namun, kini ia lebih memilih fokus mengembangkan bisnis merchandise-nya.
"Setelah band bubar pada 2021, saya memutuskan untuk beralih ke bisnis dan fokus pada dunia yang lebih stabil,” ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Jumat, (13/12).
Berawal dari pengalaman kerja sebelumnya, alumni Universitas Muhammadiyah Sidoarjo itu terdorong untuk membuat usaha sendiri.
Ditambah, kondisi keluarganya yang mengharuskan ia mencari penghasilan tambahan.
Dengan modal tabungan terbatas dan berbagai pengalaman yang dimiliki, Vidy bertekad untuk mendobrak keterbatasannya. “Meskipun semuanya serba terbatas, saya beranikan diri untuk memulai bisnis dan terus mencari pekerjaan yang bisa lebih dekat dengan tempat tinggal saya,” jelasnya.
Pandemi Covid-19 menjadi titik awal Vidy memulai bisnis merchandise secara serius. Dia sudah memetakan pasar yang ingin ia tembus.
"Fokus pasar saya, pemerintah dan dinas, menurutku itu menguntungkan, karena instansi pemerintah cenderung membeli dalam jumlah banyak," terangnya.
Kendati demikian, perjalanan dalam menjalankan bisnisnya tidak terlepas dari tantangan. Perempuan kelahiran 2002 itu mengaku pernah ditinggal kabur pelanggan, mengalami kerugian dan lain sebagainya. Tetapi, ia belajar menerima semuanya.
Vidy bisa dikatakan sebagai Marie Curie-nya Indonesia. Karena ia sangat bijak dalam mengatur waktu antara karir dan bisnis yang sedang dikembangkannya itu.
"Saya harus mengorbankan waktu tidur dan istirahat untuk mengelola semuanya, tapi itu adalah pilihan yang saya buat untuk meraih lebih banyak pencapaian,” katanya.
"Saya berharap, apa yang saya lakukan bisa bermanfaat untuk banyak orang, bukan hanya untuk saya sendiri,” pungkas perempuan murah senyum itu. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista