SIDOARJO - Mempunyai latar belakang sebagai guru Bahasa Jawa, Yekti Eriani kini menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri 1 Prambon.
Yekti yang merupakan lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu awalnya tidak membayangkan akan terjun ke dunia pendidikan, khususnya dalam bidang Bahasa Jawa. Di merasa seperti tersesat di jalan yang benar.
"Waktu kuliah, saya mengambil jurusan Bahasa Jawa, meski sebenarnya tidak terlalu cakap dalam berbahasa Jawa," ungkapnya.
Keputusannya untuk mengambil jurusan itu bukanlah tanpa perjuangan. Dia menceritakan bagaimana ia membeli formulir pendaftaran untuk Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) seharga Rp 75 ribu, tanpa keyakinan penuh pada jurusan yang dipilih.
"Saya sebenarnya ingin masuk jurusan matematika, tetapi keluarga tidak memiliki biaya untuk mencari kampus lain," jelasnya.
Karena berhasil lolos PMDK, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan, daripada terpaksa bekerja di pabrik.
Meski awalnya merasa kurang cocok, kecintaannya terhadap Bahasa Jawa mulai tumbuh saat ia terlibat dalam kegiatan seni ludruk. Momen tersebut membuka matanya jika Bahasa Jawa memiliki keindahan dan kekayaan budaya yang layak diapresiasi.
"Sejak saat itu, saya merasa tertantang untuk menjadi guru Bahasa Jawa dan membuktikan bahwa profesi ini tidak boleh dipandang sebelah mata," katanya.
Kini, sebagai Kepala SMP Negeri 1 Prambon, Yekti merasa terkejut dengan pencapaiannya.
"Saya tidak pernah membayangkan menjadi Kepala Sekolah, saya hanya ingin mengikuti program guru penggerak untuk mengupdate dan meningkatkan kemampuan saya sebagai guru Bahasa Jawa," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista